Penurunan jumlah produksi panen padi sekarang menjadi kendala dalam rangka mewujudkam swasembada beras. Dan penurunan produksi semakin hari semakin memperihatinkan. Dan apabila kondisi ini masih di biarkan saja maka bisa di pastikan petani padi akan terus menemui kerugian kerugian.
Penurunan jumlah produksi padi bukan tanpa sebab. Apabila di telesuri lebih lanjut faktor yang paling dominan adalah perilaku petani yang membakar jerami pasca panen.
Pembakaran jerami secara teknis menyebabkan berkurangnya unsur hara kalium dan silikat. Dan pada pemberian pupuk tidak dikembalikannya kedua unsur tersebut dengan sepadan. Seperti kita ketahui bahwa tanaman padi adalah tani yang menyerap unsur silikat lebih banyak daripada tanaman yang lain. Dimana silikat mempunyai peranan memberi ketahanan padi tanaman padi sedangkan kalium menjadikan tanaman padi kuat di dalam dan menghasilkan bulir bulir padi ng banyak dan tak mudah rontok.
Maka mulai sekarang kepada petani indonesia agar tidak membakar jerami. Lebih baik jerami di kembalikan ke sawah dan dikumpulkan jadi satu. Tunggu sampai jerami jerami tersebut mengami pembusukan dan bisa di kembalikan lagi ke tanah persawahan.
kita bisa karena satu dengan yang lain saling menolong, saling bergenggam tangan, saling berusaha, dan yang penting saling belajar
Wednesday, October 26, 2016
Membakar jerami membuat lahan tidak produktif
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment